MoodKiller

MusicDmasiv feat Tere (preview)Jul 6, '08 10:45 AM
for everyone
emang dasar otak gw yg dudul kali ya..lagi asik nyanyi lagu dmasiv tau2 nyelip potongan lagunya tere..kacau
Pencuri Diantara Kalian 32 detik saja dMasiv feat Tere 

MusicBunuh Gw, Selera Musik Gw Kaya GiniJul 5, '08 1:23 PM
for everyone
I'd Rather Dance With You Riot On An Empty Street Kings of Convenience 
The Jacket Don't Back Down First Floor Power 
Alfama  Artisokka 
Watercolors The Postmarks The Postmarks 
It Pays To Belong Tacking The Embassy 
The Songs I Didn't Write Brooklyn is Love Creaky Boards 
22: The Death Of All Romance 22: The Death of All Romance The Dears 
Metropolitan (Watercolor) Lullabies in A & C Bel Auburn 
Guess There's No One The Great Tram Robbery EP Bonnie and Clyde 
Waving Flags Do You Like Rock Music? British Sea Power 
Young Bride The Trials of Van Occupanther Midlake 

MusicThis Is Ivy League = Ivy LeagueJul 4, '08 1:42 PM
for everyone


Awalnya band ini bernama Ivy League, namun ternyata banyak hal lain yang juga bernama Ivy League. Misalnya, trio pop asal Inggris di era 60-70an juga menamakan diri mereka The Ivy League.

Untuk menghindari ambigu, duo pop Ivy League (era sekarang) merubah namanya manjadi This Is Ivy League. Sebelum merubah namanya, This is ivy league sempat membuat EP dan melahirkan "London Bridge" yang begitu danceable.

Simak 2 versi dari This is Ivy League - London Bridge
Mana yang lebih bagus?saya suka versi Ivy League.
London Bridges  Ivy League 
London Bridges This Is Ivy League This Is Ivy League 

MusicKings of Convenience - Quiet is the New LoudJul 1, '08 1:14 AM
for everyone
www.misread.co.nr

Image Hosting by Picoodle.com
Toxic Girl Quiet is the New Loud Kings of Convenience 
Failure Quiet is the New Loud Kings of Convenience 
I Don't Know What I Can Save You From Quiet is the New Loud Kings of Convenience 

MusicColdplay kasih lagu Gravity buat EmbraceJun 30, '08 8:38 AM
for everyone
emang semua band harusnya begitu. demi persahabatan antara chris martin dan Danny McNamara. Chris martin rela memberikan lagunya untuk materi album Embrace [Out of Nothing]. Ga sia2, ternyata lagu yg dibawakan oleh Embrace sama bagusnya dengan versi Coldplay.
Letak perbedaannya ada di liriknya. Walaupun dari nada dan judul yang sama namun sepertinya Chris Martin ogah terlihat monoton. Oleh karena itu Chris membuat perbedaan dari segi lirik.

EMBRACE
"Gravity"


Honey, It's been a long time coming
And I can't stop now
Such a long time running
And I can't stop now
Do you hear my heart beating
Can you hear that sound
Cause I can't help thinking
And I don't look down

And then I looked up at the sun
And I could see
Oh the way that gravity turns for you and me
And then I looked up at the sky and saw the sun
And the way that gravity pulls on everyone, on everyone

Baby, It's been a long time waiting
Such a long, long time
And I can't stop smiling
No I can't stop now
And do you hear my heart beating
Ah can you hear that sound
Cause I can't help crying
And I won't look down

And then I looked up at the sun and I could see
Oh the way that gravity turns on you and me
And then I looked up at the sun and saw the sky
And the way that gravity pulls on you and I, on you and I

Can you hear my heart beating
Can you hear that sound
Cause I can't help crying
And I wont look down

COLDPLAY
"Gravity"


Baby
It’s been a long coming
Such a long long time
And I can’t stop running
Such a long long time
Can you hear my heart beating?
Can you hear that sound
Coz I can’t help thinking
And I won’t stop now

And then I look up at the sun
And I could see
O the way that gravity pours
On you and me
And then I look up at the sky
And saw the sun
And the way that gravity pushes
On everyone
On everyone

Baby
When your wheels stop turning
And you feel let down
And it seems like troubles
Have come all around
I can hear your heart beating
I can hear that sound
But I can’t help thinking
And I won’t look now

And then I looked up at the sun
And I could see
Oh the way that gravity pours
On you and me
And then I looked up at the sky
And saw the sun
And the way that gravity pushes
on everyone...
Gravity Out of Nothing Embrace 
Gravity X And Y Coldplay 

MusicK3S - 17 stgh tahunJun 24, '08 12:12 PM
for everyone
17� Tahun Ke Atas 17� Tahun Ke Atas K3S 

Berawal dari kegandrungan saya terhadap musik indie termasuk indiepop swedia. Mengantarkan saya untuk mendalami musisi indiepop swedia yang bernaung dalam sebuah label indie ternama di swedia yaitu Labrador Records. Labrador Records mungkin baru dikenal di Indonesia ketika dua kelompok musik yang bernaung dalam label rekaman tersebut yakni Club 8 dan Edson mengedarkan albumnya yang ditangani distribusinya oleh perusahaan rekaman indie asal kota Bandung, FFWD Records. Kerja sama antara Labrador dan FFWD menjadikan saya lebih membuka mata terhadap musik independen yang ada di luar sana.

Pada bulan Oktober 2005, saya mulai berkenalan dengan satu elemen dalam dunia internet. Elemen itu adalah download. Ketika itu, lagu pertama yang saya download untuk pertama kali yaitu Wheels Over Me yang dibawakan oleh kelompok musik asal Denmark, Mew. Sejak saat itu, entah ini dibilang kebiasaan buruk atau bukan, kegiatan mengunduh menjadi suatu kewajiban rutin bagi saya. Sasaran utama adalah musik indie dari beberapa negara yang memiliki akar indie yang kuat seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Swedia. Musik-musik popular seakan luput dari kemauan saya untuk diunduh.
Acid House Kings merupakan kelompok musik Swedia favorit saya. Musik yang terdengar manis dan memiliki beat-beat yang seimbang membuat saya tertarik terhadap Acid House Kings. Bermula dari mengunduh beberapa lagu Acid House Kings di situs Labrador.se kemudian membuat saya terlena untuk mengetahui serta mengkoleksi seluruh lagu Acid House Kings yang pernah dirilis.

Saya sendiri bukan bermaksud jahat “membajak” seluruh karya dari Acid House Kings namun saya pernah mengirim email secara pribadi kepada manajemen Acid House Kings untuk mendistribusikan album-albumnya di Indonesia. Dengan begitu, saya bisa memiliki koleksi orisinil secara fisik.

Pada pertengahan tahun 2007, kecintaan saya akan musik-musik yang bernada ”renyah” ternyata tidak sampai sebatas itu saja. Penjelajahan saya dalam rimba musik dunia terus berlanjut. Lewat situs myspace Acid House Kings, saya lalu tertarik melihat sebuah nama kelompok musik yang ada di dalam daftar teman Acid House Kings. Nama kelompok musik itu adalah The Postmarks. Sejak saat itu saya mulai tertarik dengan kelompok musik tersebut. Suara vocal yang manja dan terdengar malas dari seorang wanita berwajah sederhana dan juga cantik bernama Tim Yehezkely serta aransemen yang halus dari Jon Wilkins dan Christopher Moll membuat perasaan saya terasa tenang ketika mendengarnya.

Perselingkuhan itu pun terjadi lagi. Maksudnya, saya mulai mencintai kelompok musik lain selain Acid House Kings. Sebenarnya, bukan satu-satunya kelompok musik yang saya idolakan. Sebelumnya saya sangat mengagumi Kings of Convenience dan sekutunya. Akhirnya, sampai sekarang ketiga kelompok musik tersebut selalu dalam pantauan saya.

Kembali ke masalah The postmarks. Masih di suatu hari yang sama ketika saya mulai mengenal The Postmarks, saya niatkan untuk mengunduh lagu-lagu dari The Postmarks. Goodbye adalah lagu pertama yang saya kenal. Masih dipertengahan 2007, dalam waktu seminggu saya telah mengunduh seluruh isi dari album perdana The Postmarks melalui sebuah situs torrent, isohunt.com. Lagi-lagi ini bukan maksud saya untuk membajak karena memang pada saat itu album The Postmarks belum didistribusikan secara umum di Indonesia.

Akhirnya pada awal 2008, saya mendengar kabar bahwa album perdana The Postmarks telah dirilis di Indonesia melalui FFWD Records. Doa saya pun terkabul untuk memiliki koleksi orisinil The Postmarks secara fisik. Tanpa harus berpikir panjang berapa tebal saku saya, akhirnya saya melesat dengan pasti mengarah ke sebuah distro ternama di Jakarta, Hey Folks!. Hey Folks! merupakan distro langganan saya untuk dapat membeli album-album indie yang saya inginkan. Selain tempat itu, saya juga kerap mengunjungi pasar taman puring. Karena di tempat itu, saya membeli album Zeke and The Popo secara orisinil dan dalam keadaan 100% baru dengan harga Rp.25.000. Rilisan artis-artis Labrador Records juga dapat ditemui di pasar taman puring. Datangi saja seorang penjual bernama Ari, maka ia akan menunjukkan koleksi album-album artis Labrador seperti The Radio Dept., Club 8, Pelle Carlberg dengan harga yang miring dan kondisi yang masih bagus.
Everybody Got a Friend in Stockholm  Kings of Convenience/Erlend��ye 
Say Yes If You Love Me (Channel 4)  Acid House Kings 
You Drift Away (Saturday Club Remix) Remixes EP The Postmarks 

Image Hosting by Picoodle.com


Sepertinya musik tidak lagi menjadi dominasi untuk dunia barat. Berbagai jenis musik juga dapat ditemukan di benua Asia. Modernisasi membuat beberapa seniman Asia menciptakan sebuah terobosan yang dianggap progresif dan penuh idealisme.

Kompliasi ini hadir ketika rasa bosan akan musik-musik barat sementara itu muncul rasa penasaran yang besar mengenai musik indie di Asia. Awalnya mencoba mencari refrensi di berbagai situ seperti last.fm, myspace, tweenet, kemudian satu per satu saya kumpulkan dan diseleksi untuk dapat dimuat dalam kompilasi ini. Rasa bangga akan musik indie negeri sendiri semakin tinggi ketika sebuah jurnal milik salah satu warga negara Singapura(*) menyebut-nyebut beberapa musisi indie dari Indonesia dan sekitarnya yang memiliki potensi untuk bersaing dalam belantika musik dunia.

Dengan adanya kompilasi ini, semoga dapat menjadi acuan bagi anda semua untuk mengenal bagaimana musik indie yang ada di Asia. Hal ini dikarenakan musik-musik yang telah dipilih ini telah melewati tahapan yang singkat namun sangat cermat. Agar anda tidak kecewa saat mendengarkannya, maka saya pribadi mencoba memberikan yang terbaik untuk anda.

Selamat menikmati!!!

(*)http://www.last.fm/user/redrimbaud/journal/2008/05/11/3xld_the_great_asian_indiepop_feast
Ternyata  Estrella [Malaysia] 
Magical 8bit Tour FAMILY MUSIC YMCK [Japan] 
Sangres En Mis Venas Ambient Elegy Leftright [Indonesia] 
Still Linns Blandskiva - I Wish That I Could See You Soon Moscow Olympics [Philippine] 
Victor, Fly Me to Stafford ヲbーハェォカ魘イィB、~ャO・ソクgィニ My Little Airport [Hong Kong] 
Yorn  Desktop Error [Thailand] 
Furry Animal Furry The Other End Of The Receiver Serenaide [Singapore] 
Prayers Love child of the century Clazziquai [South Korea] 
This Sweet Refrain On Botany Ferns [Malaysia] 
This Time Tomorrow  The Darjeeling Limited [India] 
2 am Demo Monday Math Class [Indonesia] 
Star Guitar The One Shinichi Osawa [Japan] 

MusicBagoes A.A. - Om Pim PaJun 5, '08 1:08 PM
for everyone

sumber foto http://indolawas.blogspot.com/


dalam sebuah etalase toko kaset bekas di bilangan taman puring, terpampang sebuah kover album yang terlihat keren dijamannya. Si penyanyi yang bernama Bagoes A.A. adalah sosok yang tidak asing dalam dunia musik indonesia 80an. dia juga adalah salah satu anggota dari Kelompok 3 Suara atau K3S. Lagu Om Pim Pa adalah lagu pertama dalam albumnya dia dan menurut saya adalah lagu paling unik dan bagus dalam album dari Bagoes A.A. yg berjudul "Ada yang Lain".

Om Pim Pa Ada Yang Lain Bagoes A.A 

MusicYoung Folks - incompleteMay 19, '08 12:56 AM
for everyone
lagu ini sebenernya lagu baru, tapi udah laris dibikin covernya atau recyclenya. tercatat ada 5 artis atau lebih yg udah ngecover.
ada james blunt, kanye west, the kooks, shugo tokumaru
artisnya sendiri PBJ = peter bjorn and jhon, merupakan band asal denmark
Young Folks NME Awards Souvenir The Kooks 
Young Folks  Shugo Tokumaru 

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help